Masakan Padang

  Masakan Padang adalah nama yang digunakan untuk menyebut semua jenis masakan yang berasal dari suku Minangkabau di provinsi Sumatera Barat. Segala jenis masakan suku Minangkabau ini lebih populer dengan sebutan Masakan Padang. Tidak salah pula kiranya, bila masakan Minang itu dikenal menjadi Masakan Padang. Sebutan ini berawal dari kota Padang yang merupakan tempat pijakan orang Minang pada saat meninggalkan kampung halamannya. Mereka berlayar pergi merantau mulai dari Pelabuhan Muara atau Pelabuhan Teluk Bayur yang berada di Kota Padang. Ketika mereka tiba dirantau mereka menyebut daerah asalnya “Padang“. Makanya jangan heran hingga saat ini suku lain di Indonesia lebih mengenal orang Padang ketimbang orang Minang. Demikian juga masakan khas yang berasal dari Minang ini lebih populer disebut dengan Masakan Padang.

Cita rasa yang utama di temui pada Masakan Padang adalah gurih dan pedas. Rasa gurih dan pedas tersebut diperoleh dari santan dan cabai merah yang memang banyak di konsumsi orang Minang. Rasa gurih dan pedas ini dapat dicampur dengan bahan baku apa saja. Semisal, bahan baku hewani, yaitu: daging sapi, ayam atau bebek, ikan laut, ikan tambak, termasuk telur ayam. Sementara sayuran dalam Masakan Padang lebih banyak menggunakan kacang panjang, daun singkong, pakis, nangka, buncis, serta petai dan jengkol.

Orang Minang dalam mengolah masakan, tidak pernah pelit dalam memasukkan bumbu dalam sebuah masakan. Mereka meracik masakan dengan bahan dan bumbunya kental dan terasa pekat. Bawang merah dan bawang putih yang dimanfaatkan sebagai pembuat gurih masakan, biasanya digunakan dengan perbandingan 2 : 1. Perbandingan bumbu dan bahan baku dalam masakan minang pun ada yang menggunakannya hingga 3 : 8. Artinya takaran bumbu adalah 3 berbanding 8 dengan takaran bahan baku. Dengan perbandingan takaran ini, dapat dipastikan betapa gurihnya cita dan rasa masakan Minang.

Singkat cerita, ideelok.com akan menyajikan resep rahasia Masakan Padang nan asli di sini. Tentunya resep-resep yang akan disajikan ini adalah bersumber orang Minang asli yang sudah sangat berpengalaman dalam mengolah masakan khas suku Minangkabau ini.

Gulai Ayam

Bahan:
– Ayam 1 ekor
– Santan 1 kg (3 buah kelapa tua)

Bumbu:
– Bawang Merah, 5 buah
– Bawang putih 6 siung
– Cabe, 15 buah
– Kunyit, 2 ruas jari
– Jahe, sebesar ibu jari
– Kemiri, 4 buah
– Ketumbar, 1 sendok makan
– Langkuas, 2 ruas jari
– Serei, 1 batang
– Merica (lada), ½ sendok teh
– Daun jeruk purut, 4 lembar
– Daun kunyit, 1 lembar
– Garam secukupnya

Cara memasak :

  1. Bawang merah, bawang putih, cabe, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar,dan langkuas digiling sampai halus.
  2. Bumbu yang sudah digiling dicampur dengan santan besama serei, daun jeruk purut dan daun kunyit.
  3. Dimasak sampai mendidih, kemudian masukan ayam
  4. Angkat panci kalau ayam sudah empuk, jangan lupa cicipi rasa garamnya.

Rendang Ayam

Bahan:
– 1 ½ kilo ayam, jangan terlalu muda
– 12 gelas santan dari 3 butir kelapa
– 2 biji asam kandis
– 1 batang serai, memarkan
– 1 lembar daun kunyit
– 2 lembar daun jeruk purut
– Garam secukupnya

Bumbu:
– 1 ons cabe merah
– 15 buah bawang merah
– 6 siung bawang putih
– 5 buah kemiri
– 2 cm jahe
– 3 cm laos (yang ini tidak perlu dihaluskan, cukup di keprak saja)

Cara memasak:

  1. Ayam dipotong-potong. Kecuali bagian punggung, bagian-bagian lain sebaiknya dililit dengan benang katun agar tidak terlepas dagingnya saat dimasak.
  2. Dalam wajan: rebus santan dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan plus daun-daun dan asam kandis.
  3. Aduk terus sampai mengental agar santannya tidak pecah. Kalau sudah mulai keluar minyak masukan potongan-potongan ayam.
  4. Aduk terus dan dimasak dengan api sedang. Kalau mau dihitamkan, kecilkan apinya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s